Still A Family (Chapter 1/2)

KIM FAMILY SERIES

Cast ::

Kim Young Woon as Appa

Kim Jung Soo as Umma

Kim Heechul as 1st Daughter

Kim Yesung as 1st Son

Kim Ryeowook as 2nd Daughter

Kim Kibum as 3rd Daughter

Kim Kyuhyun as 2nd  Son

 

Last Story ::

 

Still A Family

 

Keluarga Kim sedikit berbeda dengan keluarga yang lainnya. Kelima anak dari keluarga ini nggak memiliki hubungan darah dengan orang tua mereka. Young Woon dan Jung Soo. Namun, keluarga tetaplah sebuah keluarga. Apapun yang terjadi tetap sebuah keluarga.

~Jung Soo pov~

“ Umma..” Kudengar Heechul memanggilku. Ia berjalan masuk kedalam kamarku sambil membawa sebuah kertas yang kelihatan usang.

“ Nae, chagiya?” Kutatap dia sambil tersenyum lembut. Putriku.

“ Umma, apa kita pernah tinggal di Mokpo, ya?”

Aku langsung menatapnya shock saat dia menyebut kata Mokpo. Mokpo adalah kata- kata yang nggak bisa kudengar. Heechul memperlihatkan kertas yang dibawanya kepadaku.

“ Aku menemukan surat adopsiku. Dan disini tertulis panti asuhan di Mokpo. Apa kita pernah tinggal disana, ya? Aku nggak ingat.”

Aku mengambil kertas itu. “ Jangan kau pikirkan tentang ini. Kita nggak pernah tinggal di Mokpo, chagiya..” Ucapku sambil melipat kertas itu dan memasukkannya kedalam laci meja kecil disamping tempat tidurku.

Heechul menatapku bingung. “ Umma, apa yang umma sembunyikan sebenarnya?”

“ Apa maksudmu?”

“ Umma, apa ada sesuatu di Mokpo?”

Kutatap Heechul dalam. Kumohon jangan pernah tanyakan padaku tentang hal ini. Aku nggak ingin mengingat hal itu lagi. Tapi aku nggak mungkin mengatakannya pada Heechul. Dia akan tahu semuanya.

Semua rahasiaku dan Young Woon. Aku tak ingin anak- anakku tahu.

“ Ah, aku hanya bertanya. Kalau umma nggak mau menjawab nggak masalah, kok..” Heechul memelukku erat sebentar. Ia menatapku lagi. “ Aku berangkat ke kampus dulu, ya.” Gumamnya sambil berjalan keluar kamarku.

“ Hati- hati, chagiya..” Balasku.

Kini aku sendirian di rumah ini. Kutatap laci tempatku menyimpan surat adopsi tadi.

Mokpo..

Kota yang sudah sembilan belas tahun kulupakan. Kutinggalkan..Sembilan belas tahun ternyata waktu yang cukup panjang, tapi aku nggak bisa melupakan semua kenangan saat itu. Disaat aku berusia sembilan tahun, disaat semua pilihanku kutentukan. Berserta sebuah kesalahan fatal yang nggak akan pernah kulupakan.

Ah, jangan ingat lagi hal itu Jung Soo.. Bukankah sekarang hidupmu sudah berubah.

Iya, kau sudah berubah. Ada Young Woon disisimu. Juga anak- anak yang kau anggap sebagai anakmu sendiri, kan? Semua ini cukup membuatku bahagia.

Tapi, kalau mengingat surat tadi. Kenapa perasaanku nggak enak? Apa ada sesuatu yang akan terjadi?

0o0o0o0o0o0o0o0

Aku sudah di dapur dan sibuk memasak untuk makan malam. Seperti biasa, putriku Wookie selalu membantuku memasak.

“ Umma, appa pulang besok kan?” Tanya Wookie sambil mengaduk bahan kimchi yang sedang kami buat.

Young Woon sedang keluar kota karena ada tugas kantor. Aku sangat merindukannya. Tapi mau bagaimana lagi? Dia kan bekerja untuk kami semua.

Aku tersenyum menatap Wookie. “ Iye, chagiya.. Kenapa? Apa kau merindukannya?”

Wookie tersenyum polos. “ Aku sangat merindukan appa. Keluarga ini nggak lengkap kalau salah satunya pergi.”

Aku langsung mengusap rambut Wookie penuh sayang. “ Besok appa pulang, kan.. Keluarga kita akan lengkap lagi.”

Wookie mengangguk. “ Ah, umma.. Gomawo..”

“ Gomawo untuk apa, chagiya?”

“ Gomawo karena umma sudah menemukanku dan mengangkatku sebagai anak umma. Aku benar- benar beruntung berada di keluarga ini. Aku merasa kalau aku orang yang sangat berbahagia. Aku menyayangi umma dan appa.”

Kupeluk Wookie sejenak. “ Ne cheonemayo, chagiya.. Umma juga sangat menyayangimu..”

Wookie tersenyum. “ Baiklah, aku panggil yang lain dulu, ya..” Wookie langsung meninggalkanku di dapur.

Kutatap Kimchi yang akan menjadi makan malam kami hari ini. Aku sangat menyayangi anak- anakku meski mereka bukanlah darah dagingku sendiri. Aku nggak pernah menyesal mengadopsi mereka semua.

Kusentuh perutku perlahan.

Karena aku sudah nggak bisa memiliki anak lagi. Itulah alasan kenapa aku memaksa Young Woon mengadopsi anak. Tadinya hanya empat anak, tapi aku menemukan Wookie yang terlantar. Dia sangat kecil, mana mungkin aku membiarkannya. Jadi kurawat dan kujadikan dia anakku.

Meski begitu, tetap saja aku nggak bisa melupakan anakku sendiri.

Anak yang gagal kulahirkan.

Kupejamkan mataku menahan air mata yang hendak keluar. Tenanglah, Jung Soo.. Kau nggak mau mereka melihatmu menangis, kan? Itu akan membuat mereka sedih. Karena itu tenang.. Kau harus tenang!

“ Yeah, Kimchi!” Seruan Yesung membuatku tersentak.

Aku langsung menarik nafas dan memutar tubuhku mengarah ke meja makan dan tersenyum seperti biasa. Aku membawa mangkuk berisi Kimchi. “ Ini dia makan malam kita..” Ucapku seriang mungkin.

Aku harus bersikap ceria dihadapan mereka. Akan kukutuk diriku sendiri kalau mereka bersedih karena aku.

Kriiing! Tiba- tiba telepon bordering.

“ Annyeong!” Jawab Kibum yan kebetulan berada didekat telepon. Kibum menatapku ceria. “ Ah, appa!” Serunya. “ Umma.. Ini appa..”

Aku berjalan mendekati Kibum dan mengambil alih telepon. “ Young Woon-ah?”

“ Ah, Jung Soo.. Sudah lama sekali aku nggak mendengar suaramu, chagiya..”

Aku tersenyum. Sudah lama? Kami bahkan hanya nggak berbicara selama dua hari.

“ Baru dua hari, Young Woon-ah..” Koreksiku.

Kudengar suara tawa Young Woon yang kurindukan. Aku langsung tersenyum. Aku sangat merindukannya. Merindukan sentuhan namja itu. Apa dia juga merindukanku?

“ Besok aku akan pulang. Tunggu aku, Jung Soo.. Saranghaeyo..” Ucapnya lembut.

“ Nado saranghae, Young Woon-ah..” Balasku dan Young Woon langsung mematikan teleponnya.

Kutatap anak- anakku yang menatapku sambil cengar- cengir nggak jelas. “ Waeyo?”

“ Umma udah nggak sabar tuh nungguin appa.. Kesepian tiap malam tidur sendirian.” Goda Kyuhyun sambil tertawa geli.

“ Kyuhyun!” Heechul langsung memukul kepala anak itu kencang. “ Sudah diperingatkan berkali- kali punya mulut jangan suka iseng!”

Kyuhyun hanya cengengesan sambil mengusap kepalanya.

“ Ah, makan.. makan..” Yesung langsung mengambil sumpit dan sudah bersiap mengambil sesuap Kimchi.

Heechul langsung menepis tangannya. “ Dasar kalian berdua namja nggak sopan. Umma dan Kibum bahkan belum duduk di meja makan!” Omelnya.

“ Ah, noona bawel!”

Aku tertawa melihat tingkah laku anak- anakku. Mereka sudah dewasa memang, tapi dimataku mereka tetaplah anak- anak kecil yang harus tetap kujaga. Aku sangat menyayangi mereka semua. Dan nggak pernah menyesal memilih jalan hidupku sekarang..

Aku duduk dikursi, Kibum duduk disebelahku. “ Mari makan.” Ajakku lembut.

0o0o0o0o0o0o0o0

“ Jung Soo! Anak- anak.. Aku pulang!” Young Woon masuk kedalam rumah sambil berteriak.

Aku langsung berlari kearah pintu depan. “ Young Woon-ah!” Seruku. Aku langsung menghambur kedalam pelukannya. “ Ah, aku sangat merindukanmu, Young Woon-ah.. Akhirnya kau pulang juga..”

Young Woon memelukku erat dan mencium bibirku lembut. Dia menatap mataku sambil tersenyum. “ Aku juga sangat merindukanmu, chagiya..”

“ Ah, umma appa.. Jangan disini!” Seruan Kyuhyun membuatku tersentak dan langsung melepaskan pelukan Young Woon. Sejak kapan mereka disana? Apa mereka melihat kami berciuman tadi?

Young Woon tertawa. “ Aku pergi selama tiga hari, tapi kau nggak berubah Kyuhyun.”

Yang ditanya hanya tertawa kecil. “ Aku nggak akan berubah, appa.. Appa lupa, ya?” Balasnya santai.

Young Woon tertawa dan langsung melangkah masuk keruang tengah.

“ Selamat datang, appa.. Bagaimana tugasnya?” Tanya Heechul yang sedang duduk di ruang tengah.

Young Woon duduk disofa panjang sambil menyandarkan tubuhnya. “ Sukses. Kami berhasil mendapatkan omset yang besar. Mulai lusa aku akan sering lembur sepertinya.”

Kutatap Young Woon sambil menghela nafas. Lembur? Semenjak perusahaannya berkembang semakin maju, dia sering sekali lembur. Padahal dia sendiri direktur perusahaan swasta itu.

Perusahaan itu Young Woon bangun sejak lama. Impiannya. Dan sekarang perusahaan kecil itu semakin berkembang pesat dan memberikan hasil yang baik untuk kami semua.

“ Ah, umma bête!” Seru Yesung geli.

Young Woon menatapku. “ Kau nggak suka aku lembur terus, ya?”

Aku langsung menghela nafas. “ Yah, mau bagaimana lagi.” Jawabku santai sambil bersandar disisi Young Woon.

Young Woon merangkul pinggulku dan membisikkan sesuatu ditelingaku. “ Aku kangen padamu.”

Mendengarnya wajahku memerah. Aku mengerti maksud dari ucapan Young Woon itu. Kucubit lengannya pelan dengan gemas.

Young Woon tertawa dan langsung menarikku berdiri. “ Baiklah.. Aku mau istirahat dulu.” Ia berjalan meninggalkan ruang tengah ke dalam kamar kami.

Kulirik anak- anakku yang saling bertukar pandang. Wookie memilih diam bersama dengan Kibum. Heechul sendiri bersikap nggak terlalu perduli. Sedangkan Kyuhyun dan Yesung malahan sudah tertawa- tawa. Dasar anak- anak.

Aku langsung berjalan menuju kamarku. Dan masuk kedalamnya. Kutatap Young Woon yang sedan membuka dasinya.

Aku menghampirinya dan membantunya. “ Kau lelah sekali kelihatannya..” Gumamku sambil melepas simpul dasinya.

Dia hanya tersenyum kecil. “ Aku bekerja keras demi kalian semua.” Jawabnya.

Aku hanya menangguk dan meletakkan dasinya diatas meja riasku.

Tiba- tiba Young Woon memelukku dari belakang. “ Young Woon-ah?”

Ia mencium tengkuk leherku lembut. “ Jung Soo.. Apa kau tahu kalau aku sangat merindukanmu?” Perlahan tangannya mulai masuk menyusup kebalik pakaianku.

“ Aku tahu. Akupun sangat merindukanmu, Young Woon-ah..” Balasku pelan.

Young Woon masih menciumiku dan memutar tubuhku. Ia menatap mataku dan mencium bibirku lembut. Aku balas menciumnya. Dia mulai melumat bibirku, dan aku jua membalasnya. Tangannya sudah mulai membuka pakaianku.

Young Woon menjatuhkan tubuhku keatas tempat tidur dan tetap menciumku. Kami semakin leluasa. Lengan kekarnya mulai menyentuh kulit tubuhku yang sudah terbuka. Young Woon melepaskan bibirku dan tersenyum nakal menatap mataku.

Kurasakan wajahku memanas karena malu dan mengangguk kecil.

Seiring aku mengangguk, Young Woon langsung memelukku erat.

0o0o0o0o0o0o0o0

Ughh.. Kubuka mataku perlahan. Aku melirik kearah jam dinding dikamarku. Sudah jam enam pagi. Aku harus bangun dan menyiapkan sarapan untuk anak- anakku. Tapi tubuhku terasa pegal. Kulirik kearah Young Woon yang masih tertidur pulas disampingku.

Kurapatkan selimutnya. Aku langsung meraih pakaianku yang samalam diletakkan Young Woon diujung tempat tidurku dan memakainya dengan cepat.

Pelan- pelan aku melangkah keluar dari kamar. Suasana rumah masih sangat hening. Wajar saja, masih sepagi ini. Aku langsung melangkah kearah dapur begitu selesai cuci muka. Kulihat Wookie sudah duduk didapur.

“ Kau sudah bangun, chagiya?”

Wookie menatapku lalu tersenyum. “ Pagi umma.. Sarapan apa?”

Aku membuka kulkas. “ Bikin sup miso saja, ya.”

Wookie mengangguk dan dengan cekatan ia mengambil sayuran. Wookie selalu senang kalau ia memasak denganku. Dia sangat suka memasak. Kurasa kalau suatu hari nanti ia menikah dengan Yesung, ia akan menjadi istri yang sangat baik.

Seperti biasa, setelah masakan kami selesai, Wookie bertugas membangunkan saudaranya yang lain. Aku baru saja ingin membangunkan Young Woon, tapi kulihat namja itu sudah keluar dari kamar dengan sangat rapih.

“ Pagi, chagiya..” Sapanya sambil mencium bibirku lembut.

“ Aku buat sup miso.” Gumamku.

Young Woon langsung duduk dikursinya. Anak- anakku yang lainpun mulai berkumpul di ruang makan merangkap dapur itu.

Jam tujuh biasanya anak- anakku yang masih SMA juga Young Woon sudah berangkat. Sedangkan Heechul kuliahnya dimulai sedikit agak siang. Saat jam sembilan barulah dia berangkat meninggalkanku.

Baiklah, waktunya mencuci pakaian. Kuambil beberapa kemeja kotor milik Young Woon yang kemarin dibawanya. Ada empat pasang kemeja.

Aku menyampirkannya dilenganku. Tiba- tiba sesuatu jatuh dari dalam kantong kemeja Young Woon. Kutatap benda tipis berlatar putih itu. Karena penasaran aku mengambilnya. Aku membaliknya.

Dan detik itu juga aku mematung menatap benda itu. Sebuah foto seorang yeojya yang kelihatan seperti seorang pegawai kantoran.

Kenapa bisa ada disaku kemeja Young Woon?

Siapa yeojya ini?

Apa rekan bisnisnya kali ini seorang yeojya? Dia nggak cerita seperti itu padaku!

Aku langsung lemas dan jatuh terduduk dikamarku. Kurasakan air mataku mengalir dan hatiku sakit. Apa mungkin Young Woon selingkuh? Itu nggak mungkin! Aku percaya padanya.. Aku telah mengorbankan banyak hal agar bisa bersamanya. Apa kini dia sudah nggak mencintaiku lagi?

Tapi, siapa yeojya ini? Kenapa Young Woon memiliki fotonya?!

Akh.. Aku nggak bisa berpikir secara positif. Pikiranku kacau. Aku terus menangis sambil mencengkram kemeja Young Woon.

Kau nggak boleh menangis Jung Soo. Kau harus mencari tahu siapa yeojya ini!

0o0o0o0o0o0o0

Aku turun dari taksi tepat didepan kantor Young Woon. Aku langsung berjalan masuk kedalamnya. Aku memang jarang sekali datang kesini kalau bukan memiliki urusan yang benar- benar penting terhadap suamiku itu.

Dan sekarang aku punya urusan yang amat penting.

Aku sengaja hanya duduk diruang tunggu selama beberapa saat. Aku terus menunggu. Kuharap ada jawaban dari semua yang kulakukan ini.

Tiba- tiba kulihat yeojya yang kulihat fotonya tadi dirumah. Aku sangat mengingat wajah yeojya itu. Ia berjalan cepat menyusuri hall kantor ini. Aku langsung mengikuti langkahnya. Dia berhenti tepat dihadapan sekretaris Young Woon, dan yeojya itu masuk kedalam ruangan itu.

Aku langsung berjalan cepat kearah sekretaris itu.

“ Ah, nyonya Kim.” Sapa sekretaris itu sopan.

Aku nggak memperdulikan sapaannya dan langsung masuk kedalam ruangan Young Woon. Aku membeku ditempatku berdiri. Kulihat yojya itu sedang mencium pipi Young Woon mesra.

Apa- apaan itu?!

“ Young Woon-ah!!!” Jeritku.

Youn Woon menatapku kaget. “ Ju-Jung Soo..”

Akh, rasanya hatiku remuk. Aku hancur. Namja yang kucintai, suamiku, kini memiliki yeojya lain dibelakangku. Dia sudah nggak mencintaiku lagi. Air mataku mengalir, saat itu juga aku langsung berlari meninggalkan ruangan itu.

“ Jung Soo! Tunggu aku! Kau salah paham!” Young Woon mengejarku.

Aku nggak perduli. Aku hanya ingin pergi dari tempat ini. Hatiku sakit melihat apa yang dilakukan suami yang paling kusayangi itu tadi. Young Woon!!

“ Jung Soo!” Young Woon menarik tanganku dan memaksaku berhenti.

Kuhempaskan tangannya dan langsung menampar pipinya sekencang mungkin. “ Kenapa kau lakukan ini Young Woon-ah?! Kau selingkuh, hah! Apa jangan- jangan lembur itu hanya alasanmu saja?!”

“ Jung Soo.. Dia itu hanya klien bisnisku! Aku berani bersumpah!”

“ Aku nggak percaya! Kalau memang klien bisnis, kenapa dia menciummu? Kenapa kau menyimpan fotonya!!”

“ Foto apa?! Jung Soo! Dengar aku!” Young Woon mencengkram lenganku dengan kuat.

Aku masih menangis pilu. “ Lepaskan aku!”

“ Jung Soo, kau salah paham!”

“ Aku nggak percaya padamu! Lepaskan aku, Kim Young Woon!!”

“ Jung Soo, kumohon!” Young Woon memelukku.

Aku meronta memaksanya melepaskanku. “ Jangan sentuh aku, Young Woon. Aku membencimu! Kau benar- benar membuatku kecewa! Lepaskan aku!” Aku menghempaskan lengan Young Woon sekuat mungkin.

Young Woon terdorong kebelakang dan menatapku kalut. “ Jung Soo, kumohon..”

Kutatap Young Woon pilu. Selama ini, aku mengorbankan banyak hal untuknya. Tapi sekarang apa.. Dia menkhianatiku? Mengkhianati cintaku selama ini?

Akh.. Aku nggak kuat menahan rasa sakit ini.

Aku langsung berlari meninggalkan Young Woon. Aku masih mendengar Young Woon memanggilku, tapi aku nggak perduli sama sekali. Aku sudah nggak perduli terhadap namja itu. Aku benar- benar sakit hati!

~Jung Soo pov end~

0o0o0o0o0o0o0

~Young Woon pov~

Aku benar- benar merasa kalut. Jung Soo nggak percaya padaku. Padahal aku benar. Lee Jun Ki hanyalah klien bisnisku. Dia memang terlihat tertarik kepadaku dan pernah bilang kalau dia mencintaiku, tapi aku sama sekali nggak tertarik kepadanya. Aku hanya mencintai Jung Soo!

Buat apa semua pengorbananku selama ini kalau akhirnya aku mengkhianati istriku sendiri?! Itu konyol!

“ Young Woon-sshi..” Jun Ki menatapku bingung.

Kutatap Jun Ki nanar. “ Kau.. Kau yang meletakkan fotomu di saku kemejaku, kan?” Tanyaku sambil menahan semua emosi yang berkecamuk didalam hatiku saat ini.

“ Kau bicara apa?”

“ Kau menjebakku! Kenapa kau tiba- tiba menciumku tadi? Kenapa bisa ada fotomu disaku kemejaku?! Kau ingin menghancurkan keluargaku, hah!”

“ Apa yang kau katakan?! Aku nggak mengerti maksudmu!”

Kutatap yeojya itu muak. “ Pergi kau! Aku tak akan menandatangani surat kontrakmu itu sama sekali!”

Jun Ki menatapku miris. “ Ah, terserah kau saja. Aku yakin istri bodohmu itu nggak akan memaafkanmu, Young Woon! Rumah tanggamu akan hancur. Kau akan menyesal karena pernah menolakku dan memilih istri yang nggak bisa memberikanmu anak itu!!”

“ Pergi!!” Hardikku lebih keras.

Yeojya itu berlari meninggalkanku. Kuhempaskan tubuhku diatas sofa. Ah, Jung Soo.. Kenapa kau nggak mempercayaiku? Bukankah kau sendiri tahu hanya kaulah orang yang paling kucintai selama ini..

Jung Soo!!!

Ponselku berbunyi. Ada telepon dari Heechul, aku langsung mengangkatnya. “ Nae, chagiya?” Balasku senormal mungkin. Aku nggak mau dia tahu tentang hal ini.

“ Appa! Ini gawat!!” Serunya histeris.

“ Gawat apa?” Aku mengerutkan keningku. Jantungku berdegup keras. Perasaanku nggak enak. Apa ada sesuatu terjadi pada Jung Soo?

“ Umma.. Umma tadi mengirimiku pesan. Dia bilang dia nggak akan pulang! Ada apa dengan umma?!”

Aku terpaku. Jung Soo… Kau meninggalkanku?

Jung Soo..

Aku sama sekali nggak mendengar kalimat yang dikatakan Heechul berikutnya. Aku terlalu sibuk dengan pikiranku sendiri. Jung Soo.. Kenapa kau lakukan hal ini padaku? Kau tahu aku nggak akan bisa melakukan apapun kalau tanpamu..

0o0o0o0o0o0o0o0

Aku masuk ke dalam rumah dengan tergesa- gesa. Aku langsung menuju ruang tengah. Kutatap anak- anakku yang duduk dengan wajah gelisah. Kibum dan Wookie bahkan masih sesengukkan menahan tangis.

“ Appa!” Kyuhyun menghampiriku. “ Ada apa dengan umma? Kenapa dia mengirim pesan seperti itu? Dia nggak mengaktifkan ponselnya. Kami sudah mencarinya kemana- mana tapi umma nggak ditemukan!”

Kutatap Heechul. “ Umma kalian bilang apa?” Tanyaku pelan.

Heechul mengambil ponselnya dan membacakan pesan dari Jung Soo. “ Heechul, umma nggak akan kembali kerumah. Tolong jaga adik- adikmu.” Bacanya sangat jelas.

Ah, Jung Soo.. Kenapa kau lakukan hal ini?

“ Appa, ada apa sebenarnya?” Isak Wookie sambil menatapku pilu. “ Kenapa umma pergi.. Apa kalian bertengkar?”

Aku nggak bisa menjawab pertanyaan putriku itu. Hatiku terasa perih mendengar pesan dari istriku itu. Apa yang dia pikirkan? Padahal aku sama sekali nggak mengkhianatinya.. Kenapa dia memilih meninggalkan kami seperti ini? Ini semua hanya salah paham!

“ Apa benar appa dan umma bertengkar?” Tanya Yesung sambil menatapku pilu. “ Kumohon jawab kami appa..”

Aku hanya bisa menunduk. “ Umma kalian hanya salah paham.”

“ Salah paham kenapa?!” Seru Kyuhyun nggak sabaran.

Kutatap anak bungsuku miris. “ Kyuhyun.. Aku ingin istirahat sejenak.” Gumamku sambil berjalan masuk kedalam kamarku meninggalkan anak- anakku yang masih kebingungan.

Keheningan kamarku membuatku semakin tercekat kalau menginat kejadian tadi. Jung Soo.. Apa yang kau lakukan sebenarnya? Kenapa kau nggak mau mendengar penjelasanku? Apa kau nggak tahu kalau aku dan anak- anak kita sangat mencemaskanmu? Dimana kau sekarang, chagiya..

Aku melirik kearah meja kecil disamping tempat tidurku. Ada foto Jun Ki disana.

“ Aargh!” Seruku marah sambil menghempaskan foto itu dari atas meja. Aku mengepalkan tanganku sekuat mungkin dan memukulkannya ke tembok kamarku. “ Jung Soo.. Dimana kau…”

0o0o0o0o0o0o0

Semalaman aku sama sekali nggak bisa tidur. Sekitar jam enam pagi, aku memilih keluar kamar. Anak- anakku yang lain sudah duduk di ruang makan dalam keheningan yang sangat dalam. “ Kalian.. Tidak tidur semalaman?” Aku bersandar ditembok memperhatikan mereka.

Heechul menatapku kalut. “ Appa.. Mana mungkin kami bisa tidur disaat seperti ini.”

Aku hanya terdiam.

“ Sebenarnya, umma kenapa?” Tanya Kyuhyun lagi. Pertanyaan yang ia lontarkan semalam. Pertanyaan yang masih belum kujawab.

Aku menatap anak- anakku bergantian. “ Dia menuduhku selingkuh..” Jawabku pelan.

“ Hah?!” Seruan histeris Heechul membuatku tersentak. Kutatap anak- anakku yang menatapku tak percaya. Mata mereka menyiratkan luka dan ketidak mengertian yang sangat dalam.

“ Tapi itu hanya salah paham! Ada yeojya yang meletakkan fotonya dikemejaku untuk membuat umma kalian cemburu. Umma kalian melihat yeojya itu menciumku di kantor. Dan dia langsung marah besar dan tak mau mendengarkan penjelasanku.” Jelasku kalut.

“ Kenapa dia bisa mencium appa?!” Pertanyaan Heechul terdengar seperti sebuah pernyataan untukku. Kutatap putri sulungku.

Aku langsung melangkah masuk ke kamar. Bagaimanapun juga aku harus tetap pergi ke kantor. “ Kalian harus tetap sekolah. Appa akan bekerja hari ini.”

“ Tapi, appa! Bagaimana dengan umma!!” Seru Heechul lagi.

Kutatap dia sebelum menutup pintu kamarku. “ Aku yang akan mencarinya..” Aku langsung menutup pintu kamarku dan bersandar di balik pintu. Menahan semua rasa sakit yang kurasakan.

Aku namja, aku nggak boleh menangis apapun yang terjadi.

Tapi.. Rasa sakit ini.. Aku nggak bisa menahannya lagi.. Kenapa hubunganku dan Jung Soo selalu diwarnai masalah seberat ini. Apa kami memang nggak akan hidup dalam kedamaian? Apa ini karma untukku?

Karma karena aku telah menyeret Jung Soo dalam hidupku belasan tahun yang lalu. Karma karena aku, Jung Soo akhirnya meninggalkan keluarganya dan memilih menikah denganku. Karma karena aku, Jung Soo harus kehilangan bayi yang sangat diingikannya.

Jung Soo.. Maafkan aku…

Aku benar- benar telah menyakitimu..

~Young Woon pov end~

0o0o0o0o0o0o0o0

Heechul berjalan lemas di koridor kampusnya. Dengan kalut ia bersandar sambil memegangi ponselnya. Membaca pesan dari Jung Soo untuk yang kesekian kalinya. Ia benar- benar nggak mengerti kenapa umma-nya memilih pergi dari rumah dengan meninggalkan sebuah pesan singkat begini.

Appa juga nggak tahu harus berbuat apa.

Heechul dan adik- adiknya sudah mencari Jung Soo kemana- mana. Tapi Jung Soo nggak ditemukan.

“ Umma…” Digenggamnya ponselnya menahan air mata yang mulai menyengat matanya.

“ Heechul..” Hankyung berlari menghampiri yeojya itu.

Heechul menatap Hankyung pilu. “ Hankyung..” Ia langsung memeluk namja yang baru datang itu erat. “ Umma.. Umma pergi meninggalkan kami.. Aku nggak tahu harus bagaimana..” Isaknya pilu.

Hankyung memeluk kekasihnya erat sambil mengusap rambutnya lembut. “ Umma pergi? Apa yang terjadi?”

“ Umma berpikir kalau appa selingkuh. Keduanya dijebak oleh seorang yeojya. Umma benar- benar nggak mau mendengarkan appa dan langsung pergi tanpa kembali kerumah..” Heechul masih terisak. Sebagai yeojya berhati paling kuat dibanding adik- adiknya, ia nggak bisa bersikap lemah dihadapan mereka. Tapi sekarang, dihadapan pemuda yang dicintainya.. Perasaannya tertumpah.

“ Aku nggak mau keluargaku hancur..” Isaknnya lagi lebih dalam.

Hankyung mencium kepala Heechul lembut. “ Apa kau sudah menghubungi keluarga umma-mu? Kali saja dia ada disana..”

“ Seumur hidupku aku bahkan nggak pernah mendengar umma menceritakan tentang keluarganya!” Ia berteriak marah. “ Umma nggak pernah cerita tentang keluarganya sama sekali! Mana aku tahu!”

“ Tenanglah, Heechul..” Hankyung mengusap punggungnya lembut. “ Kita akan mencari umma sekarang.. Aku akan membolos. Kau mau kan?”

Heechul menatap Hankyung. Lalu mengangguk. Hankyung langsung memeluk yeojya itu erat. Ia nggak ingin melihat Heechul menangis sesedih itu. Itu pertama kalinya yeojya yang selalu kelihatan kuat itu menangis sepilu ini.

0o0o0o0o0o0o0

Yesung, Wookie, Kibum dan Kyuhyun duduk dalam keheningan di atap sekolah mereka. Saling mengarungi pikiran masing- masing yang kacau. Sungmin ikut berada diantara mereka.

“ Umma..” Gumam Kyuhyun sambil melipat kakinya dan menunduk dengan perasaan kalut yang benar- benar kacau.

Sungmin menatap Kyuhyun kalut. Kyuhyun yang biasanya bersikap riangpun sekarang kelihatan sangat berubah. “ Kyu..” Ia mengusap punggung namja itu lembut.

Yesung menutup ponselnya yang baru saja mendapat pesan dari Heechul. “ Heechul noona akan mencari umma sekali lagi bersama dengan Hankyung-sshi.. Kita tunggu kabar saja darinya.”

“ Bagaimana kalau umma juga nggak ditemukan!” Seru Kibum kacau. Ia menatap Yesung pilu dan air matanya kembali mengalir. “ Aargh!” Serunya menahan rasa sakit dalam hatinya. “ Kenapa keluarga kita yang harus mengalami semua hal ini..”

Wookie memeluk Kibum. Ia masih berusaha menahan tangisnya. Lalu menatap Yesung. “ Kita harus bagaimana?”

Yesung mengalihkan pandangannya dari Wookie-nya yang nyaris menangis. Perasaannyapun kacau dan sangat kalut. “ Aku nggak tahu.. Makanya kita hanya bisa menunggu kabarnya saja.”

“ Hyung..” Kyuhyun menatap Yesung.

Yesung menatap adiknya.

“ Apa umma akan pulang? Bagaimana kalau umma memutuskan untuk pergi dari appa..” Kyuhyun menunduk lagi. Ia sebenarnya nggak ingin bertanya seperti itu. Tapi ia merasa bingung. Bagaimana kalau ketakutannya benar?

“ Itu nggak mungkin!” Seru Kibum histeris. “ Umma nggak akan melakukan hal itu!!”

“ Tapi bagaimana kalau benar?!” Seru Kyuhyun lirih.

“ Nggak mungkin..” Kibum semakin terisak dalam tangisnya.

Air mata Wookie sudah ikut mengalir. Apakah ini akhir dari semua kebahagiannya? Masih diingatnya kenangannya dengan Jung Soo beberapa hari yang lalu. Ia baru saja bilang kalau ia sangat menyayangi umma-nya.. Tapi sekarang..

“ Jangan katakan hal yang bisa membuat yang lain semakin khawatir, Kyu..” Gumam Yesung sambil berdiri. “ Lebih baik sekarang kalian kembali ke kelas saja. Kalau Heechul menghubungi salah satu dari kalian, langsung temui aku.” Ucapnya sambil berjalan lemah meninggalkan adik- adiknya.

Adik- adiknya yang lain yang bisa menurut dengan ucapan Yesung. Karena sekarang mereka memang nggak bisa melakukan hal lain selain menunggu dan terus berharap.

0o0o0o0o0o0o0

Heechul meraih ponselnya sambil bersandar di motor Hankyung. Ia mencoba menghubungi Jung Soo. Entah itu sudah yang keberapa ia mencoba menhubungi umma-nya itu. Namun nggak ada hasilnya. Ponsel Jung Soo aktif, tapi ia nggak mengangkat telepon dari Heechul

Heechul masih menunggu. Berharap umma-nya mau mengangkatnya.

Ctek. Terdengar suara diangkat.

“ Umma!!” Seru Heechul langsung. Seberkas harapan muncul diwajahnya. “ Umma ada dimana?! Bagaimana kabar umma?!”

“ Chagiya..” Suara Jung Soo terdenar lirih. “ Mian..”

“ Umma.. Umma dimana sekarang?!”

“ Kau nggak perlu mencari umma..”

“ Umma!”

“ Kalian semua tetaplah anak- anak umma meski umma dan appa nggak bersama.. Kalian tetap anak- anak umma, kan..” Suara Jung Soo semakin lirih dan mulai terdengar terisak.

“ A.. Apa maksud umma..?”

“ Umma.. Akan berpisah dengan appa..”

Sebuah pernyataan itu membuat Heechul tersentak. Ia nggak bisa berkata apa- apa. Air matanya mengalir perlahan. Hankyung yang berada disisinya hanya bisa diam memandangi wajah Heechul dengan tatapan pilu.

“ Umma.. Bohong..” Ucapnya nggak percaya. Berharap semua yang didengarnya bukanlah kenyataan.

“ Umma sudah mengirim pesan pada appa. Sampai nanti, chagiya.. Saranghae..” Jung Soo langsung menutup teleponnya.

“ Umma!” Seru Heechul. Ia langsung berusaha menghubungi Jung Soo lagi, namun ponselnya langsung nggak aktif.  “ Umma.. Kenapa harus begini..”

“ Heechul..” Hankyung langsung memeluk kekasihnya. Ia nggak tahu harus bagaimana.

“ Aarrrgh!” Jerit Heechul pilu.

“ Lebih baik kita pulang..” Bisik Hankyung.

0o0o0o0o0o0o0

Heechul masuk kedalam rumahnya dengan langkah lemas. Hankyung ikut bersamanya. Keduanya masuk kedalam ruang tengah. Ia menatap adik- adiknya yang berwajah kacau semua.

“ Ada apa?” Tanya Hankyung.

Yesung maju. “ Hankyung-sshi juga disini..” Ia menatap Heechul. “ Appa nggak pulang malam ini..”

Heechul menatap Yesung kaget. “ Kenapa?”

Yesung menggeleng. “ Dia baru saja menelepon dan bilang akan tetap di kantornya.”

Heechul langsung terjatuh lemah.

“ Eonnie..” Wookie langsung merunduk menghampirinya disentuh lengan kakaknya yang gemetar. Wookie menengadah menatap Hankyung. “ Ada apa?”

“ Wookie..” Heechul mencengkram lengan adiknya kencang. “ Umma.. Memutuskan akan berpisah dengan appa..”

“ Bohong!” Kibum yang langsung histeris dengan kenyataan yang baru didengarnya.

Heechul hanya bisa diam sambil menangis pilu. “ Umma.. Yang bilang padaku. Ia bilang sudah memberitahu appa.. Mungkin appa nggak pulang karena sudah mengetahui hal ini..” Ucapnya lirih.

“ Lalu kita harus bagaimana.. Aku nggak mau kita pecah seperti ini..” Wookie menunduk sambil meneteskan air matanya. Bukan hanya dia, seluruh saudaranya juga pasti merasakan rasa sakit yang sama dengannya.

Yesung langsung menghampiri Wookie dan memeluk yeojya itu. Ia namja, bagaimanapun juga ia harus tegar. “ Kita harus melakukan sesuatu..” Ucapnya sambil menatap Heechul.

Heechul menatapnya. “ Apa? Kita bahkan nggak tahu umma sekarang ada dimana..”

“ Ah, mian.. Apa kalian benar nggak tahu kerabat umma kalian.. Mungkin mereka tahu dimana umma kalian berada sekarang.” Hankyung menarik Heechul berdiri sambil mengungkapkan pendapatnya.

Yesung menatapnya sambil menggeleng. “ Nggak ada yang tahu..”

“ Ah! Mungkin ada!” Seru Kyuhyun cepat sambil berlari meninggalkan saudara- saudaranya dan masuk kedalam ruang kerja Young Woon.

Saudara- saudaranya yang lain menyusulnya.

Kyuhyun menyusuri berbagai album, buku dan file yang tersusun rapih didalam rak milik Young Woon.

“ Apa yang kau cari?” Tanya Yesung bingung melihat kelakuan adiknya.

Kyuhyun terus mencari sesuatu. Ia mengambil sebuah file hitam dan memeriksanya. Saat sesuatu yang dicarinya nggak ada, ia langsung melemparkan file itu kelantai dan mencari file lainnya.

“ Kyu!” Seru Yesung nggak sabar.

“ Hyung, mungkin saja ada sesuatu yang menunjukkan dimana rumah keluarga umma berada. Kalau ketemu, kita bisa kesana dan bicara dengan keluarga umma.” Ucapnya sambil menatap saudaranya yang lain. “ Kita harus menemukan surat kelulusan umma saat ia masih tinggal dengan keluarganya. Mungkin surat kelulusan saat umma SD atau SMP.”

Yang lainnya terdiam sejenak lalu langsung berlari kearah rak dan ikut memeriksa semua file dan buku yang ada. Hankyung pun ikut membantu.

Semua file yang nggak dimaksudkan langsung dibuang di lantai dan terus mencari.

Kibum tersentak menemukan selembar kertas tebal didalam file yang diperiksanya.

Ia menatap kertas itu. Atas nama Park Jung Soo. Surat kelulusan saat umma-nya masih SD. “ Aku menemukannya!” Serunya.

Yang lainnya langsung berlari menghampiri Kibum dan menatap kertas tebal itu.

Heechul tersentak saat membaca dimana daerah kelahiran umma-nya. “ Mokpo?!”

 

To be continued….

 

6 thoughts on “Still A Family (Chapter 1/2)

  1. masalahnya sama kayak yang aku alamin TT-TT
    yang sabar ya anak-anaknya Jung Soo😥
    kenapa Jungsoo bisa salah paham sih?
    Harus cepat selesai masalahnya ..
    Untung Kibum nemuin ‘sesuatu’ tentang ibunya ..

  2. unn, ini ffnya keren! jarang banget aku nemuin ff yg berbobot kyak gini. Selain itu ceritanya jg menarik.
    #Hwaiting buat anak2nya jung soo semoga kalian bisa menyatukan keluarga kalian !!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s